Minggu, 03 Juni 2012

GPC MERINTIS KAMPUNG PANCASILA DI TEGAL LEMPUYANGAN

JOGJA -- Kampung Tegal Lempuyangan Kelurahan Bausasran Kecamatan Danurejan Jogja ke depan akan dirintis sebagai Kampung Pancasila. Dari kampung inilah nilai-nilai Pancasila akan ditumbuhkembangkan dari hal-hal yang paling kecil dari lingkup keluarga, RT dan RW. Sekaligus, kampung ini juga akan dijadikan sebagai percontohan.

Hal itu terungkap dalam acara Lomba Mancing Sidat dan Tilik Warga dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila. Acara ini diselenggarakan oleh Ojek Kampoeng dan Pemuda Tegal Lempuyangan Danurejan Jogja serta Gandung Pardiman Center (GPC), Minggu (3/6), di RT 03 RW 01 Kampung Tegal Lempuyangan Kelurahan Bausasran Danurejan. Dalam acara itu sekaligus dilakukan peresmian Pos Kamling RW 01 RT 03 Tegal Lempuyangan.

 Camat Danurejan diwakil Kasi Trantib Bambang Suryo menyatakan lomba mancing sidat ini untuk saling merekatkan sesama komunitas pemancing dan warga RW 01 kawasan Stasiun Lempuyangan.

 "Mudah-mudahan kehadiran Pak Gandung membawa berkah dari Allah SWT, bisa membawa kampung ini lebih aman, tertib dan maju. Keberadaan Pos Kamling ini semoga bisa membawa nilai tambah kampung," kata Bambang Suryo.

Ketua DPD Partai Golkar DIY Drs HM Gandung Pardiman MM sangat mengapresiasi langkah warga Tegal Lempuyangan. Ini merupakan langkah positif.

"Guyub rukun warga sangat kelihatan. Ini jadi patokan kami untuk memberi apresiasi. Pancasila saat ini sepertinya sudah hangus terbabat oleh ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Pemimpin hasil reformasi tidak paham dengan Pancasila. Kewajiban kita adalah pola pikir, pola sikap dan pola tindak harus berdasarkan  Pancasila. Kami tidak membuat peringatan hari lahir Pancasila dengan seminar, seremonial dan pidato, tetapi dengan terobosan aplikasi yang tepat untuk kehidupan rakyat. Pidato Bung Karno tentang Pancasila sudah cukup bagi kita. Selanjutnya kita tinggal mengaplikasikannya," kata Gandung.
 
Gandung berencana akan mendirikan Yayasan P4 dengan fokus pada pemahaman Pancasila dan nantinya akan ditumbuhkembangkan di DIY dan Indonesia. Kampung Tegal Lempuyangan diharapkan jadi kampung percontohan kampung Pancasila.

Hakihat yayasan P4 adalah untuk mengendalikan diri, jika tidak bisa mengendalikan diri maka itu tidak Pancasilais sejati.

 "Kita sudah ditakdirkan Allah di bumi Nusantara ini macam-macam suku tapi satu. Alhamdulilah, kampung ini kita kembangkan sebagai
cikal bakal Yayasan P4. Kalau perlu kita kembangkan dari kecamatan ini dengan karya nyata. Pemimpin yang tidak peduli maka akan ada tirani dalam masyarakat. Harus kita bangun jiwa Pancasila dengan karya nyata dalam kehidupan masyarakat," kata anggota DPR RI Komisi V ini.

Gandung berharap jajaran Muspika menjadi garda terdepan untuk mengendalikan masyarakat. Cerminkan nafas Pancasila dimulai dari hal-hal kecil tetapi bermanfaat.

 "Tidak usah terjebak oleh perubahan tetapi bagaiman memulihkan kaeadaan seperti wingi uni," tambahnya.

Dalam kesempatan itu Gandung membantu kelompok ibu-ibu Rp 1 juta, untuk RT 03 Rp 1 juta. Tak ketinggalan juga diberikan bantuan untuk kelomok Lansia Rp 1 juta, untuk paguyuban ojek Rp 1,5 juta guna membeli helm serta bantuan untuk koperasi paguyuban sebesar Rp 2,5 juta.

 Ketua RW 01 Tegal Lempuyangan, Kuncoro, menggarisbawahi pernyataan Gandung Pardiman soal Pancasila. Sejak hilangnya penataran P4 semua orang sepertinya bekerja dan berbuat tanpa dasar, sak senenge dewe.

 "Dari RW I ini dimulai pemahaman Pancasila. Dulu kampung ini pelopor P4 sekarang hanya tinggal papan nama. Untuk itu warga sepakat akan membangun lagi, sekaligus untuk bela negara bukan bela diri," kata dia.

 Dia berkeinginan ingin menjadikan kawasan RW 01, beserta Muspika bisa membantu pecanangan P4 dari sini.

Secara spontan, dalam kesempatan itu Gandung Pardiman mengadakan lomba membaca Pancasila. Acara itu berlangsung seru. Juri dari jajaran Muspika. Peserta berebut untuk maju panggung. Bagi peserta yang bisa menghafalkan Pancasila maka langsung dapat hadiah Rp
200.000. Setidaknya, ada lima peserta yang beruntung termasuk anak-anak yang juga berebut ikut mengacungka tangan agar bisa terpilih naik panggung yang didirikan di tepi jalan dekat Stasiun Lempuyangan itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan Tulis Komentar Anda dengan menyebutkan Nama dan Alamat Anda