Nasional
KETUA Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, melarang kader yang akan maju sebagai calon legislator jelang Pemilu 2014 untuk menyumbang uang pribadinya kepada partai. Begitu juga sebaliknya, tidak ada dana segar dari partai untuk para caleg.
"Saya tegaskan tidak ada sumbangan dari para caleg kepada partai, dan tidak ada juga sumbangan dari partai kepada caleg," kata Aburizal Bakrie di kampus Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Senin 18 Juni 2012.
Lalu, bagaimana "modal" awal politisi Golkar untuk maju sebagai calon wakil rakyat di Senayan? Politisi yang biasa disapa Ical ini menegaskan, kader Beringin yang akan maju menjadi caleg harus punya modal sendiri dan strategi politik dari kader masing-masing.
"Kami akan maksimalkan fungsi pengkaderan dan kerja politik para kader. Kami menolak dengan tegas adanya sumbangan. Bahkan sumbangan dari para kader yang tersangkut korupsi kami tolak dengan tegas," terang Ical.
Strategi Nasdem
Tanggapan Ical ini terkait rencana Partai Nasdem yang akan menebar miliaran rupiah kepada para calon legislatifnya untuk menuju kursi Senayan. Partai Nasdem tidak akan meninggalkan caleg mereka saat berkampanye dengan memberi bantuan kebutuhan dasar.
Angkanya pun fantastis, yakni sekitar Rp5 sampai 10 miliar. Lalu, apa dasar perhitungan hingga kisaran angka itu keluar? Menurut Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella, angka itu dihitung berdasarkan kebutuhan rata-rata per daerah pemilihan (dapil).
"Tapi, kalau ada dapil yang cukup Rp2 miliar bisa masuk, buat apa kami beri Rp5 miliar? Disesuaikan dengan dapil lah," kata Rio saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 9 Juni lalu. VNC
![]() |
repro vivanews |
"Saya tegaskan tidak ada sumbangan dari para caleg kepada partai, dan tidak ada juga sumbangan dari partai kepada caleg," kata Aburizal Bakrie di kampus Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Senin 18 Juni 2012.
Lalu, bagaimana "modal" awal politisi Golkar untuk maju sebagai calon wakil rakyat di Senayan? Politisi yang biasa disapa Ical ini menegaskan, kader Beringin yang akan maju menjadi caleg harus punya modal sendiri dan strategi politik dari kader masing-masing.
"Kami akan maksimalkan fungsi pengkaderan dan kerja politik para kader. Kami menolak dengan tegas adanya sumbangan. Bahkan sumbangan dari para kader yang tersangkut korupsi kami tolak dengan tegas," terang Ical.
Strategi Nasdem
Tanggapan Ical ini terkait rencana Partai Nasdem yang akan menebar miliaran rupiah kepada para calon legislatifnya untuk menuju kursi Senayan. Partai Nasdem tidak akan meninggalkan caleg mereka saat berkampanye dengan memberi bantuan kebutuhan dasar.
Angkanya pun fantastis, yakni sekitar Rp5 sampai 10 miliar. Lalu, apa dasar perhitungan hingga kisaran angka itu keluar? Menurut Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella, angka itu dihitung berdasarkan kebutuhan rata-rata per daerah pemilihan (dapil).
"Tapi, kalau ada dapil yang cukup Rp2 miliar bisa masuk, buat apa kami beri Rp5 miliar? Disesuaikan dengan dapil lah," kata Rio saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 9 Juni lalu. VNC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tulis Komentar Anda dengan menyebutkan Nama dan Alamat Anda